ICMM Gelar Nobar “Pesta Babi” di Kantor MUI Kaltim

ICMM Gelar Nobar “Pesta Babi” di Kantor MUI Kaltim

Penayasa
Jumat, 15 Mei 2026

 


Samarinda, Penayasa.id – Film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tengah menjadi perbincangan publik di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir. Film tersebut ramai dibahas setelah sejumlah agenda pemutarannya dikabarkan mendapat penolakan dari beberapa kelompok masyarakat.


Di tengah polemik tersebut, Ikatan Cendikiawan Muda Muslim (ICMM) Kalimantan Timur tetap menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter itu di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, Jumat (15/05/2026).


Kegiatan nobar tersebut dihadiri sejumlah anggota organisasi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin mengetahui isi film yang ramai diperbincangkan di media sosial maupun ruang diskusi publik.


Ketua ICMM Kaltim, Andi Mirza, mengatakan kegiatan tersebut digelar bukan sekadar mengikuti tren atau rasa penasaran yang sedang berkembang di masyarakat. Menurutnya, ada isu penting yang perlu dipahami lebih jauh, khususnya terkait tema kolonialisme yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.


“Inisiasi nobar ini bukan karena fomo. Kami melihat ada kata kolonialisme yang memunculkan pertanyaan, bagaimana itu bisa terjadi di negara sendiri,” ujar Andi Mirza usai pemutaran film.


Ia menjelaskan, kegiatan nobar tersebut menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk memahami persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, film dokumenter dapat menjadi media edukasi yang membuka wawasan dan mendorong publik untuk berpikir kritis terhadap berbagai isu nasional.


Andi juga menilai perbedaan pandangan terhadap sebuah karya film merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, ia berharap masyarakat tetap mengedepankan dialog dan diskusi secara terbuka dibandingkan tindakan penolakan tanpa melihat isi film secara utuh.


“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa menonton terlebih dahulu, memahami konteksnya, lalu berdiskusi secara sehat,” katanya.


Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sendiri disebut mengangkat berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan relasi kekuasaan yang dinilai masih memiliki kaitan dengan praktik kolonialisme modern. Tema tersebut memicu beragam respons dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga penolakan.


Meski menjadi kontroversi di sejumlah daerah, pemutaran film di Kantor MUI Kaltim berlangsung aman dan kondusif. Peserta nobar juga tampak mengikuti jalannya diskusi yang digelar setelah pemutaran film selesai.


ICMM Kaltim berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana literasi dan ruang bertukar gagasan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda. Organisasi tersebut juga menilai pentingnya menghadirkan ruang diskusi terbuka agar masyarakat dapat memahami berbagai persoalan secara lebih objektif dan mendalam.


Sebelumnya, film dokumenter tersebut ramai dibicarakan setelah beberapa agenda pemutarannya di daerah lain disebut mengalami penolakan. Namun di Samarinda, kegiatan nobar yang digelar ICMM Kaltim berjalan lancar hingga acara berakhir.


Penulis: Himawan