Pringsewu,- Tumpukan sampah yang menggunung di sisi jalan, tepat di samping Terminal Gadingrejo dan Kantor Kecamatan Gadingrejo, kembali memicu kemarahan. Pemandangan kumuh tersebut menjadi bukti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Ironisnya, lokasi itu bukan tempat pembuangan sampah resmi. Meski telah berulang kali dibersihkan oleh petugas dan dipasangi imbauan, masih saja ada warga yang nekat membuang sampah sembarangan.
Berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga, bercampur menjadi satu. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat yang sangat mengganggu, bahkan tercium hingga area kantor kecamatan.
Sejumlah petugas kebersihan terlihat harus bekerja ekstra untuk membersihkan tumpukan sampah yang terus bermunculan. Namun, upaya tersebut kerap terasa sia-sia karena dalam waktu singkat sampah kembali menumpuk di lokasi yang sama.
Tak tinggal diam, aparat setempat turun langsung melakukan penanganan. Pejabat Kecamatan Gadingrejo bersama Puskesmas Gadingrejo, aparatur Pekon Gadingrejo, Satpol PP Pringsewu, serta Dinas Lingkungan Hidup bergotong royong membersihkan area tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu pejabat Kecamatan Gadingrejo, Wahyu Arya, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bau tak sedap dari tumpukan sampah itu sudah sangat mengganggu aktivitas, bahkan hingga ke dalam kantor kecamatan.
“Ini sangat memprihatinkan. Sudah sering dibersihkan dan diberi imbauan, tapi masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Baunya sampai ke kantor kecamatan, apalagi lokasinya juga dekat dengan Puskesmas Gadingrejo,” ujarnya.
Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Terlebih, lokasinya berdekatan dengan fasilitas publik seperti puskesmas.
Perilaku tidak disiplin dalam membuang sampah tidak bisa terus dibiarkan. Diperlukan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat. Tanpa itu, lingkungan bersih hanya akan menjadi harapan tanpa kenyataan. (Rhn) sisi jalan, tepat di samping Terminal Gadingrejo dan Kantor Kecamatan Gadingrejo, kembali memicu kemarahan. Pemandangan kumuh tersebut menjadi bukti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Ironisnya, lokasi itu bukan tempat pembuangan sampah resmi. Meski telah berulang kali dibersihkan oleh petugas dan dipasangi imbauan, masih saja ada warga yang nekat membuang sampah sembarangan.
Berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga, bercampur menjadi satu. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat yang sangat mengganggu, bahkan tercium hingga area kantor kecamatan.
Sejumlah petugas kebersihan terlihat harus bekerja ekstra untuk membersihkan tumpukan sampah yang terus bermunculan. Namun, upaya tersebut kerap terasa sia-sia karena dalam waktu singkat sampah kembali menumpuk di lokasi yang sama.
Tak tinggal diam, aparat setempat turun langsung melakukan penanganan. Pejabat Kecamatan Gadingrejo bersama Puskesmas Gadingrejo, aparatur Pekon Gadingrejo, Satpol PP Pringsewu, serta Dinas Lingkungan Hidup bergotong royong membersihkan area tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu pejabat Kecamatan Gadingrejo, Wahyu Arya, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bau tak sedap dari tumpukan sampah itu sudah sangat mengganggu aktivitas, bahkan hingga ke dalam kantor kecamatan.
“Ini sangat memprihatinkan. Sudah sering dibersihkan dan diberi imbauan, tapi masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Baunya sampai ke kantor kecamatan, apalagi lokasinya juga dekat dengan Puskesmas Gadingrejo,” ujarnya.
Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Terlebih, lokasinya berdekatan dengan fasilitas publik seperti puskesmas.
Perilaku tidak disiplin dalam membuang sampah tidak bisa terus dibiarkan. Diperlukan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat. Tanpa itu, lingkungan bersih hanya akan menjadi harapan tanpa kenyataan. (Rhn)
Komentar