PRINGSEWU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Pringsewu. Verda Intan Sakira, siswi baru SMP Negeri 1 Pringsewu, berhasil meraih medali perak pada ajang Internasional PBTI Series (Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026) Ksatria Nusantara Lampung yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung pada 10–12 Juli 2026.
Verda yang tergabung dalam kontingen Gorilas Taekwondo Club Pringsewu turun di nomor Kyorugi Putri Cadet Pemula Under 51 Kilogram. Atlet muda tersebut berlatih di Dojang Kelurahan Pringsewu Timur di bawah bimbingan Sabeum Bela Asri Pratiwi, S.H.
Kepala SMPN 1 Pringsewu, Subagyo, S.Pd., M.M., mengapresiasi pencapaian yang diraih siswanya tersebut. Menurutnya, prestasi itu menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus bukti bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah akan membuahkan hasil.
"Ini merupakan pencapaian yang patut kita banggakan, bukan semata-mata terkait medali ataupun juara yang diraih, tetapi tentang semangat seorang atlet dan perjalanan panjang hingga bisa mencapai tahapan ini," ujarnya.
Subagyo berharap prestasi Verda dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik SMPN 1 Pringsewu untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Jangan pernah takut untuk tampil karena setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Kuncinya jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai dan jangan takut untuk mencoba. Bakat yang dimiliki harus terus diasah agar berkembang," katanya.
Sementara itu, pelatih Dojang Kelurahan Pringsewu Timur, Sabeum Bela Asri Pratiwi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah bertanding. Menurutnya, setiap atlet yang turun di kejuaraan merupakan yang terbaik karena telah melalui proses latihan dan perjuangan yang tidak mudah.
"Semua atlet yang bertanding adalah atlet terbaik karena mereka datang dengan persiapan yang matang dan perjuangan yang luar biasa, baik saat latihan maupun ketika bertanding di atas matras. Semua layak diapresiasi, baik yang pulang membawa medali maupun yang belum meraih medali, karena mereka sama-sama telah berjuang," ungkapnya.
Ia menambahkan, perjuangan seorang atlet tidak hanya berfokus pada latihan teknik dan fisik, tetapi juga membutuhkan disiplin dalam menjaga pola makan, kesehatan, stamina, serta kestabilan berat badan agar mampu tampil maksimal
saat bertanding.
Komentar