Way Kanan, Penayasa.id,- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 merupakan bagian dari agenda tahunan perencanaan pembangunan daerah yang menjadi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029. Forum ini sekaligus menjadi landasan awal dalam menentukan arah pembangunan dan kemajuan Kabupaten Way Kanan untuk lima tahun ke depan, termasuk penyepakatan usulan prioritas pembangunan yang akan diakomodir dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.(9/2/2029)
Dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan tersebut, perencanaan pembangunan disusun dengan mengacu pada tema pembangunan Kabupaten Way Kanan Tahun 2027, yaitu “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.” Tema ini kemudian dijabarkan ke dalam lima Prioritas Pembangunan Daerah yang menjadi pedoman utama penyusunan usulan program dan kegiatan di tingkat kecamatan dan kampung.
Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., saat membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Bumi Agung yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Bumi Agung, Senin (09/02/2026), menyampaikan evaluasi capaian kinerja pembangunan Kecamatan Bumi Agung berdasarkan data Indeks Desa (ID) Tahun 2025. Evaluasi ini menjadi gambaran nyata hasil pembangunan yang telah dicapai sekaligus dasar dalam merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data, rata-rata Nilai Indeks Desa di Kecamatan Bumi Agung mencapai 81,72, sebuah capaian yang tergolong sangat baik dan berada di atas rata-rata Indeks Desa Kabupaten Way Kanan yang tercatat sebesar 77,67. Dari total 11 kampung yang ada, sebanyak 7 kampung telah berstatus Mandiri dan 2 kampung berstatus Maju, menunjukkan kemajuan pembangunan yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Namun demikian, Bupati mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintahan kampung tidak lengah. Pasalnya, masih terdapat 2 kampung yang berstatus Berkembang, yakni Kampung Mulyoharjo dan Bumi Agung, yang memerlukan perhatian dan intervensi pembangunan lebih lanjut.
“Hal ini menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan yang harus kita selesaikan bersama. Capaian tertinggi diraih oleh Kampung Srinumpi dengan skor 93,23 dan disusul Kampung Pisang Baru dengan skor 92,76,” ujar Bupati Ayu Asalasiyah.
Selain membahas capaian pembangunan, Bupati juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ia meminta seluruh aparatur kampung bersama masyarakat untuk aktif bergotong royong melakukan normalisasi saluran drainase serta memastikan fungsi embung desa berjalan optimal. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan melindungi aset serta lahan produktif milik warga.
Bupati juga mengingatkan agar pembangunan yang dilaksanakan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup sebagai bagian dari antisipasi terhadap perubahan iklim.
“Tingkatkan pelestarian lingkungan dengan menggalakkan kembali gerakan penanaman pohon di area-area kritis. Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah turut menyampaikan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang hingga saat ini masih sangat bergantung pada pendapatan transfer, yaitu sekitar 90 persen yang bersumber dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Pada Tahun 2026, pendapatan daerah Kabupaten Way Kanan mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar dibandingkan Tahun 2025 akibat kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) yang mencakup Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Desa, sebagaimana tertuang dalam Surat Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025.
Dengan berkurangnya dana transfer tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam penyusunan APBD memprioritaskan belanja wajib dan mengikat, meliputi gaji dan tunjangan ASN termasuk pengangkatan PPPK Paruh Waktu, belanja operasional rutin, belanja mandatory pendidikan sebesar 20 persen, kesehatan sebesar 10 persen, Alokasi Dana Kampung termasuk SILTAP dan insentif perangkat kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketertiban umum.
Di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat sinergi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat melalui pengusulan program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, guna mewujudkan Kabupaten Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.
Diketahui, pada Musrenbang tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten Bidang Administrasi Umum, Inspektur Daerah Kabupaten, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas TPHP, Dinas Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Perhubungan, Dinas PMPTSP, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Camat Bumi Agung, para Kepala Kampung dan Aparatur Kampung, Tim Penggerak PKK Kecamatan Bumi Agung, Forum Anak Daerah, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Komentar