PRINGSEWU — Setelah belasan tahun dikeluhkan masyarakat hingga berujung aksi unjuk rasa pada tahun lalu, Jalan Margodadi–Candi Retno, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, akhirnya mendapat perhatian. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,4 miliar untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Perbaikan ini menjadi kabar yang telah lama dinantikan warga. Sebelumnya, masyarakat bahkan harus turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan agar akses jalan yang mereka gunakan sehari-hari segera diperbaiki.
Kini, pemerintah merencanakan peningkatan jalan sepanjang 500 meter dengan konstruksi rigid beton atau cor beton. Proyek yang dikerjakan CV Apak Agil tersebut memiliki lebar 5 meter.
Selain pengecoran, pekerjaan juga mencakup pembangunan bahu jalan di sisi kanan dan kiri masing-masing selebar 0,5 meter serta pasangan batu.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pringsewu, Dedi Sutarno, mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu penanganan infrastruktur pada tahun anggaran 2026.
"Untuk tahun anggaran 2026 ini, jalan tersebut akan memperoleh penanganan sepanjang 500 meter dengan lebar 5 meter menggunakan rigid beton," ujar Dedi.
Komisi III DPRD Pringsewu juga melakukan peninjauan dan pertemuan bersama perwakilan masyarakat RW 3, pemerintah setempat, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta pihak pelaksana. Sabtu (7/11).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Suryo Cahyono, S.H., Amad Hijar, Euis Dela Putri, Najarudin, unsur Karang Taruna, serta tokoh masyarakat Habib Fakih.
Dedi menyampaikan, papan informasi proyek akan mulai dipasang agar masyarakat dapat mengetahui informasi pekerjaan dan ikut mengawasi proses pembangunan.
Meski perbaikan ini menjadi kabar baik bagi warga, besarnya anggaran yang digelontorkan juga harus diikuti dengan kualitas pekerjaan yang baik. Apalagi, jalan tersebut sudah lama dinantikan perbaikannya.
Jangan sampai jalan yang baru saja diperbaiki kembali rusak dalam waktu singkat. Pengawasan terhadap material dan pengerjaan perlu dilakukan agar anggaran Rp2,4 miliar benar-benar menghasilkan jalan yang kuat dan tahan lama.
Sementara itu, Kepala Pekon Jati Agung, Paryono, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia berharap pengerjaan jalan dapat segera dilaksanakan dengan hasil maksimal.
"Kami sangat berharap pembangunan jalan rigid beton ini bisa segera dilaksanakan dengan kualitas yang maksimal. Jalan yang kokoh dan tahan lama tentu akan sangat membantu mobilitas serta mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar," ujar Paryono.
Setelah bertahun-tahun menunggu dan sempat menyampaikan tuntutan melalui aksi unjuk rasa, masyarakat kini berharap pembangunan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan mereka. Bukan hanya sekadar jalan yang selesai dicor, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan bisa digunakan dalam jangka panjang. (Rhn)
Komentar