Bupati Cup 2026 Tuai Kritik, Lapangan Kuncup Disindir Jadi Mesin ATM, Parkir Dipatok Rp5 Ribu

Bupati Cup 2026 Tuai Kritik, Lapangan Kuncup Disindir Jadi Mesin ATM, Parkir Dipatok Rp5 Ribu

Penayasa
Rabu, 04 November 2026

 






PRINGSEWU — Gelaran Turnamen Sepak Bola Karang Taruna Piala Bupati Cup 2026 di Kabupaten Pringsewu tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga. Di balik berlangsungnya turnamen tersebut, sejumlah persoalan justru mencuat dan menjadi bahan kritik masyarakat.



Sorotan datang dari akun Facebook Joko Tamtomo melalui unggahannya di grup Pringsewu Community. Ia mempertanyakan pemanfaatan Lapangan Kuncup yang dinilai memiliki fasilitas memadai, tetapi justru tidak pernah menjadi lokasi penyelenggaraan event pertandingan sepak bola seperti turnamen Bupati Cup 2026.



Dalam unggahannya, Joko secara terang-terangan menyindir fungsi lapangan tersebut yang dinilai lebih mengedepankan aspek komersial ketimbang pemanfaatannya untuk kegiatan olahraga.



"Apakah fungsi lapangan Kuncup hanya sebagai mesin ATM penghasil cuan dengan sewanya," tulis Joko dalam unggahan tersebut.



Ia juga menyinggung bahwa Lapangan Kuncup memiliki fasilitas yang cukup memadai. Namun, keberadaannya dipertanyakan lantaran tidak dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan event sepak bola sebagaimana turnamen yang tengah berlangsung.



Kritik tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai orientasi pengelolaan fasilitas olahraga di Kabupaten Pringsewu. Apakah keberadaan lapangan dengan fasilitas memadai benar-benar dioptimalkan untuk mendukung kegiatan olahraga masyarakat, atau justru lebih banyak diposisikan sebagai aset yang menghasilkan pendapatan dari penyewaan?




Persoalan lain juga muncul dari sisi pelayanan kepada penonton. Seorang warga bernama Yuda mengeluhkan tarif parkir selama pelaksanaan Bupati Cup 2026 yang disebut mencapai Rp5.000.



Menurut Yuda, angka tersebut tergolong mahal jika dibandingkan dengan tarif parkir yang selama ini biasa ditemuinya.



"Tarif parkirnya Rp5.000, padahal biasanya sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000," keluh Yuda kepada wartawan, Rabu, (5/11). 



Keluhan tersebut menambah daftar pertanyaan publik terhadap penyelenggaraan turnamen yang membawa nama Bupati Pringsewu tersebut. Sebab, kegiatan olahraga yang seharusnya menjadi hiburan dan ruang kebersamaan masyarakat semestinya juga memperhatikan kenyamanan penonton, termasuk soal tarif parkir yang wajar dan transparan.



Sayangnya, ketika persoalan tersebut hendak dikonfirmasi, pihak panitia belum memberikan penjelasan.



Diki selaku panitia Bupati Cup 2026 telah dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/11) untuk dimintai tanggapan mengenai kritik pemanfaatan Lapangan Kuncup dan keluhan tarif parkir. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons yang diberikan. (Rhn)