PRINGSEWU — Sumatera Drag Championship (SDC) yang digelar di sirkuit nonpermanen Kompleks Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Sabtu (24/10/2026), diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai provinsi. Kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi balap secara positif sekaligus mendorong budaya balap yang tertib dan mengutamakan keselamatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pringsewu AKBP Dedi Pradana dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pringsewu Ahmad Hijar.
Dalam sambutannya, Ahmad Hijar mengimbau seluruh pembalap, mekanik, dan panitia agar mematuhi peraturan perlombaan serta mengutamakan keselamatan selama kejuaraan berlangsung.
“Seluruh pembalap harus mematuhi peraturan sesuai kelas masing-masing, termasuk saat melakukan uji coba lintasan maupun mengikuti perlombaan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” ujar Ahmad Hijar.
Ia juga menekankan pentingnya pengamanan lintasan dan area penonton. Menurutnya, insiden kecelakaan dalam kejuaraan sebelumnya di Manado harus menjadi perhatian agar kejadian serupa dapat diantisipasi.
“Pengamanan lintasan dan penonton harus benar-benar diperhatikan. Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan pembalap maupun masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan,” katanya.
Panitia juga berencana menambah personel keamanan dengan dukungan Satpol PP dan kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan penonton selama kegiatan berlangsung.
Ahmad Hijar menambahkan, kejuaraan resmi seperti SDC menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga otomotif sekaligus memberikan ruang bagi pembalap untuk menunjukkan kemampuan mereka secara terarah.
“Melalui kegiatan seperti ini, para pecinta balap memiliki wadah untuk menyalurkan hobi dan kemampuan mereka di lintasan resmi. Harapannya, olahraga otomotif semakin berkembang dan para pembalap tetap mengedepankan aturan serta keselamatan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, IMI Provinsi Lampung rutin menggelar sedikitnya tiga agenda balap setiap tahun, di antaranya kejuaraan provinsi, Bupati Cup, dan Kapolres Cup.
Ke depan, pihaknya juga berencana menggelar kejuaraan bertema Bhayangkara dengan memperebutkan Piala Kapolres.
Menurut Ahmad Hijar, pembinaan melalui kompetisi resmi perlu terus dilakukan agar olahraga otomotif semakin diminati dan berkembang secara positif.
Keberadaan ajang balap resmi juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi generasi muda untuk menyalurkan minatnya, sehingga tidak terlibat dalam aksi balap liar di jalan raya yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Dengan diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai provinsi, SDC di Pringsewu diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya balap motor yang aman, tertib, dan sportif. (Rhn)
Komentar