Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

Penayasa
Rabu, 25 Februari 2026

 



Pringsewu – Sejumlah wali murid mengeluhkan menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SPPG Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (24/02/2026). Mereka menilai menu yang diberikan tidak sesuai dengan standar serta anggaran bahan baku yang telah ditetapkan.


Menu yang dibagikan kepada siswa pada hari selasa 24 Februari 2026 tersebut terdiri dari satu kotak susu Grandfild UHT Full Cream 105 ml, satu roti manis, dan satu buah salak. Wali murid mempertanyakan kelayakan sajian tersebut jika dibandingkan dengan anggaran bahan baku MBG yang beredar di masyarakat.





Berdasarkan hasil pengecekan tim di lapangan terhadap harga pasaran, susu UHT 105 ml berada di kisaran Rp4.000 per kotak, roti manis sekitar Rp2.000 per buah, dan salak sekitar Rp6.000 per kilogram. Dalam satu kilogram salak berisi kurang lebih 15 buah, sehingga harga per buah diperkirakan sekitar Rp400. Jika ditotal, estimasi biaya menu tersebut sekitar Rp6.400 per porsi.


Sementara itu, Badan Gizi Nasional ( BGN) sudah menetapkan anggaran bahan baku MBG sebesar Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar. Selisih perkiraan harga tersebut memunculkan pertanyaan dari wali murid terkait kesesuaian standar gizi serta transparansi penggunaan anggaran.


Keluhan itu disampaikan salah satu perwakilan wali murid SDN 3 Pagelaran yang minta identitasnya dirahasiakan.

“Kalau saya baca baca kan untuk anggaran bahan baku Rp8.000 sampai Rp10.000, kami berharap menu yang diberikan benar-benar sesuai standar gizi dan nilai anggaran tersebut, tapi kenyataannya seperti ini,” ujarnya.


Hal senad juga disampaikan wali murid lainya disekolah yang sama, “Kami gak minta lebih, kami hanya minta kebutuhan gizi anak kami benar benar diprioritaskan,” ucapnya.


Permasalahan menu MBG dapur SPPG Pasir Ukir dikomplain tak hanya sampai disitu saja, komplain dari wali murid berlanjut dimenu hari selanjutnya Rabu 25 Februari 2026, dimana menu yang dibagikan porsi besar dengan rincian 1 bungkus roti, satu butir telur ayam, satu buah pisang Ambon, satu bungkus abon daging sapi dan 2 butir telur puyuh.


Dengan rincian menu tersebut berdasarkan perkiraan harga pasar, roti 2500, pisang ambon 1400, sebungkus abon daging sapi 2000, 1 butir telur ayam 2000 dan 2 butir telur puyuh 600, sajian menu sederhana dari dapur SPPG Pasir Ukir ini melantik pertanyaan dari salah satu wali murid SMP Bahrul Maghfiroh yang namanya juga enggan untuk disebutkan, “Bukan tidak bersyukur ya tetap bersyukur, tapi kalau menunya seperti ini apakah sudah masuk standar pemerintah untuk pemenuhan gizi anak-anak,” ucapnya.


“Minta tolonglah untuk menunya diperbaiki lagi, agar anak-anak benar benar mendapatkan asuransi gizi sesuai ketentuan pemerintah,” ucapnya.


Sementara itu, Neni kepala SPPG pasir ukir saat di konfirmasi hal tersebut mengatakan bahwasanya hal yang di maksud sudah sesuai dengan standar. 


"Izin menjawab, menu sudah sesuai standar dengan juknis yang berlaku", ujarnya melalui pesan whatsaap. 


Dengan munculnya pertanyaan dan komplain dari wali murid, ini merupakan isyarat bahwa pentingnya untuk mengelola keuangan yang bersumber dari kas negara agar dikelola dengan baik, jangan dikelola untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, diharapkan kepada pemerintah untuk lebih ketat lagi melakukan pengawasan terhadap dapur penyakit menu MBG agar tidak ada praktik kecurangan dan kenakalan.