PRINGSEWU – Pelayanan di RSUD Kabupaten Pringsewu kembali menuai sorotan. Seorang pasien bernama Yurizal mengaku kecewa dengan pelayanan yang ia terima saat berobat di Poli Gigi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Yurizal menuturkan, dirinya datang ke Poli Gigi RSUD Pringsewu untuk melakukan pencabutan gigi. Namun setelah menjalani pemeriksaan, ia justru diarahkan untuk kembali lagi pada 26 April mendatang.
“Awalnya saya datang untuk cabut gigi. Setelah diperiksa, saya diminta kembali lagi tanggal 26 April,” kata Yurizal saat menghubungi media ini melalui sambungan telfon.
Tak hanya itu, setelah pemeriksaan ia mengaku diarahkan menuju bagian pengambilan obat. Namun setibanya di sana, ia justru harus menunggu lama tanpa kejelasan.
“Saya sudah dari pagi di poli gigi. Setelah itu disuruh ke pengambilan obat. Saya menunggu hampir dua jam sampai tidak ada lagi orang yang antre,” ujarnya.
Merasa heran karena tak kunjung dipanggil, Yurizal akhirnya menanyakan kepada petugas farmasi. Namun jawaban yang diterimanya justru membuatnya semakin kecewa.
“Ketika saya tanya, petugas bilang nama saya tidak ada dari poli gigi. Padahal saya diarahkan ke bagian pengambilan obat,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Yurizal mengaku sempat meluapkan kekesalannya karena merasa pelayanan yang diterimanya tidak jelas dan membuat pasien harus menunggu tanpa kepastian.
Ia mengaku memilih berobat di RSUD karena menilai rumah sakit daerah seharusnya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Saya memilih ke RSUD karena sadar rumah sakit ini salah satu penyumbang PAD terbesar untuk Kabupaten Pringsewu. Artinya pelayanan di sini seharusnya bisa lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian yang ia alami membuktikan bahwa keluhan masyarakat terkait pelayanan RSUD selama ini bukan tanpa alasan.
“Selama ini sering terdengar kabar soal kurangnya pelayanan di RSUD. Ternyata memang benar ada masalah koordinasi, sehingga pasien bisa terlantar tanpa kepastian,” tambahnya.
Ia berharap manajemen RSUD Kabupaten Pringsewu segera melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pasien lainnya.
“Harus ada perbaikan agar masyarakat yang berobat tidak merasa dipingpong dan menunggu tanpa kejelasan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Kabupaten Pringsewu masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna mendapatkan penjelasan terkait keluhan pelayanan tersebut. (Rhn)
Komentar